Jogja-Wonogiri-Madiun  

Bismillah berangkat pukul 16:00 WIB (Waktu Indonesia bagian Banteng) bareng Bunda, Mas Omi dan Mbak Indra. Perjalanan relatif lancar namun berhubung cuaca sudah mulai gelap dan mendung, kecepatan kendaraan kami tidak bisa optimal.

Sampai di Wonogiri pukul 18:45, mampir dulu bentar di warung Bakso TiToTi. Lumayan enak dan murah. Tempatnya juga lumayan bersih kalau sekedar untuk menghilangkan penat dan mengusir kantuk.

Perjalanan kami teruskan dari Wonogiri - Ponorogo. Jalan berkelok-kelok, asyik… bisa bikin puyeng penumpang. Beberapa saat kemudian (20:30) sampai juga kami di Ponorogo dan terus kami lanjutkan ke Mlilir.

Sesampainya di rumah, mbah ti sudah menyambut dengan gembiranya. Memang ini baru pertama kali kami pulang dengan membawa Sulthan Uways Dinova ke rumah. Kegembiraan itu…..

To Be Continued…..

Read More...

Oleh-oleh dari Jakarta  

Aneh, firasatku sejak pagi kok agak males-malesan mau berangkat ke Jakarta menghadiri “Leaders Meeting”. Yang membuat berat:

1. Sulthan and my wife (always)

2. Lokasi yang semula dijadwalkan di STIE Perbanas tiba-tiba dipindah ke Grand Tropic Suites Hotel di Jakarta Barat.

3. Ada sedikit missunderstanding dengan my wife sebelum berangkat.

Akhirnya dengan berat hati, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malem (kereta berangkat pukul 22:50) dan aku belum juga beranjak dari Banteng. Perjalanan ke Demangan sekitar 15-20 menit. Perjalanan dari Demangan ke Stasiun Tugu sekitar 20 Menit. Kalau tidak ada aralan berarti 20:40 aku sampai di Stasiun Tugu (Just about 10 minutes before the train ringin).

And the calculation was right, 22:40 arrived in Tugu, 5 Minutes run from motor park side to locket. 3 Minutes to make a payment and suddenly the train arrived. 1 minutes later ‘we already in the train. And not so long, the train continued the journey to Jakarta “the money maker city”.

Read More...